Oleh : Nindya Syaftita, Assyaerati Inezia & Muhammad Khosi
Rabu (4/05/2016) - ADIWIYATA adalah suatu program Kementerian Lingkungan Hidup untuk warga sekolah agar menciptakan Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata juga merupakan suatu penghargaan terhadap sekolah yang dapat mengikuti program Adiwiyata dengan prinsip-prinsip yang menjadi dasar program ini dengan baik. Salah satu sekolah yang ingin mendapatkan penghargaan itu adalah SMK Negeri 6 Jakarta.
Setelah memperbarui SMK Negeri 6 Jakarta menjadi lebih rapi, bersih, aman, dan nyaman, Drs. Rianto Ritonga, M.M selaku kepala sekolah juga memunculkan spektrum baru yang cukup membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikannya, yaitu:
“Warga sekolah Dilarang membawa makanan dan minuman dari kantin.” Selain dilarang untuk membawa, Siswa/i juga dilarang makan di dalam kelas. Aturan ini juga merupakan program kepala sekolah untuk menjadi sekolah Adiwiyata karena meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan energi. Untuk mendukung program tersebut, sekolah juga mengadakan kegiatan “Jumat Bersih”, “Tadarusan”, dll.
Selain program di atas, SMK Negeri 6 Jakarta juga mengadakan program JUMANTIK (Juru Pemantau Jentik). Program ini melatih siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah Dalam hal ini siswa/i diwajibkan memelihara lingkungan sekolah sesuai tugasnya masing-masing.
Selain itu, kepala sekolah juga mengeluarkan surat himbauan No: 169/082.74 untuk komunitas SMK Negeri 6 Jakarta yang berisi agar menjaga kebersihan, mematikan listrik setelah digunakan, peduli lingkungan, menggunakan air secukupnya, dilarang mencoret tembok, cintailah dan rawatlah keindahan taman dan peliharalah air bersih untuk masa depan. Himbauan ini sebagai kegiatan rutin SMK Negeri 6 Jakarta yang akan mengikuti seleksi Adiwiyata tingkat provinsi DKI Jakarta bulan Maret 2016.
(HZN)
(HZN)

0 komentar:
Posting Komentar